Situs RuLeaks.net Publikasikan Vladimir Putin Mansion on the Black Sea

Heboh!! Sebuah situs internet Rusia kemarin diblokir oleh pemerintah. Gara-garanya, situs itu memublikasikan sejumlah foto istana mewah senilai 1 miliar dollar yang diduga merupakan milik Perdana Menteri Vladimir Putin.


Para pengunjung situs RuLeaks.net mulai merasakan masalah teknis saat mencoba mengakses situs itu kemarin setelah situs itu mengunggah foto-foto sebuah istana bergaya bangunan Italia di pantai Laut Hitam yang menurut Washington Post adalah milik Putin.

Foto-foto itu agaknya diambil oleh satu atau lebih orang yang ada hubungannya dengan para pekerja pembangun bangunan besar yang masih dalam tahap konstruksi dan agaknya dua orang yang berbeda yang berpose di atas dan di sekitar perabot mahal.

Dalam beberapa hari terakhir, media Rusia memperbincangkan mengenai dugaan nilai “kompleks kesenangan” dengan salah satu perkiraan yang menyebut biaya yang ditelan melebihi $1 miliar. Washington Post menyebut kompleks Putin itu sebuah istana di Laut Hitam yang dibangun mulai 2005.

“Kami mencari penyebab-penyebab dari masalah ini. Kami yakin ini mungkin saja disebabkan serangan DDoS (Distributed Denial of Service),” kata Rassudov seperti dikutip kantor berita RIA Novosti.


Pada 14 Januari lalu, Piracy Party mengumumkan peluncuran “WikiLeaks-nya Rusia” dan mengundang para pengguna internet untuk mengirimkan berbagai dokumen terkait korupsi, penyembunyian kejahatan dan informasi sosial penting lainnya.

Para pendiri situs itu mengaku telah mengambil langkah pencegahan terkait keamanan RuLeaks.net. Server-nya terletak di luar Rusia, nama domain-nya terdaftar pada warga negara asing, dan seluruh informasi yang dimuat situs itu diduplikasi dalam laman-laman khusus di jejaring sosial.


Dalam berita Washington Post tertanggal 23 Desember tahun lalu, seorang pembocor rahasia Rusia bernama Sergei Kolesnikov dikutip kala mengatakan bahwa pembangunan istana sebagian besarnya dibayar dengan uang donasi pebisnis Rusia untuk dipergunakan oleh Putin.

Dana tersebut utamanya berasal dari kombinasi korupsi, penyuapan, dan pencurian, kata Kolesnikov, seorang pengusaha yang hingga November 2009 bekerja untuk salah satu perusahaan yang disebutnya berinvestasi untuk Putin.


Seorang juru bicara Putin kemudian membantah laporan itu dan menyatakan bahwa bangunan yang dimaksud tidak ada hubungannya dengan Putin. RuLeaks.net, yang tidak dioperasikan oleh Julian Assange atau timnya, dibuka awal bulan ini dan meminta segenap rakyat Rusia mulai mengirimkan informasi mengenai korupsi dalam layanan publik.

Dalam kawat-kawat diplomatik yang dipublikasikan WikiLeaks milik Assange, Rusia disebut “negara mafia” dan media memperkirakan keuntungan tahunan yang diraup para pejabat pemerintahan dari suap saja mencapai nyaris $300 miliar.


Dalam salah satu kawat yang bocor, seorang jaksa Spanyol mengatakan, “Di Rusia, tidak bisa dibedakan antara aktivitas pemerintah dan kelompok-kelompok kriminal terorganisasi.” WikiLeaks berjanji mengungkapkan lebih jauh mengenai korupsi di Rusia selain aktivitas AS.

“Para pemimpin Rusia akan belajar banyak mengenai negara mereka dari dokumen-dokumen yang akan dirilis,” kata seorang juru bicara WikiLeaks kepada surat kabar Rusia, Kommersant, akhir Oktober lalu. “Kami ingin mengatakan kepada semuanya yang sebenarnya terkait tindakan pemerintahan mereka.”







Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...